Kamis, 26 April 2012
MAKSIAT BERKEDOK TAARUF
Manusia adalah makhluk yang sempurna yang diberikan akal untuk berpikir, dan dianugrahkan Allah gharizah yang salah satunya gharizah nau yang seringnya potensi ini banyak disalahgunakan sehingga mengundang kemurkaan Allah. Contoh dari penampakan dari gharizah nau adalah rasa kasih sayang, suka dan cinta terhadap lawan jenis. Tapi sayang terkadang rasa cinta ini salah, dan dibalur dengan nafsu yang akhirnya menjadi cinta nafsu birahi yang banyak dialami oleh laki- laki dan perempuan. Ada yang langsung menampakkan kemaksiatannya dengan menunjukkan langsung bahwa dia berpacaran dengan penuh kebanggaan menunjukkan kebodohannya. Ada juga yang memilih cara lain dengan berkedok taaruf.
Taaruf adalah masa perkenalan untuk mengetahui siapakah calon yang akan menjadi istri atau suami yang memiliki batasan. Tapi istilah ini terkadang sudah melenceng dan sama saja seperti pacaran, dan digunakan oleh orang- orang yang tahu ilmu agama tapi tidak memahaminya. Sungguh ironis memang, kerudung panjang, berjenggot, dan jidat hitam, tidak menjamin kalau mereka lepas dari maksiat ini.. dosa itu dilakukan selangkah demi selangkah dan akhirnya setanpun tertawa terbahak- bahak. Sadarlah yang batil itu tak akan pernah tercampur dengan yang hak,, walaupun dikatakan taaruf tapi ada maksiat disana mengatakan kata sayang, abi, ummi, dan kata yang belum pantas dikatakan sebelum menikah, sms an, telponan, chatting, dan segala wasilah yang mengantarkan pada kemurkaan Allah akan mendatangkan penyesalan akhirnya, dan kalaupun menikah akhirnya, tapi caranya sudah salah tidak akan mendapatkan berkah dariNya. Ingatlah perbuatan yang baik itu niat dan caranya juga benar. Takutlah akan azab Allah, kenikmatan dunia hanya sementara , carilah kenikmatan yang abadi dengan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Allah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar